Tuesday, March 26, 2013

Nasi Becek Nganjuk


Nasi becek adalah hidangan khas yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia.

Rasanya cenderung manis berbeda dengan hidangan ala Jawa Timuran yang cenderung asin.
Para penjual nasi becek dapat di jumpai didaerah sekitar jalan Dr. Soetomo di kota Nganjuk.

Nasi becek adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Isi dari sego becek nyaris serupa dengan soto babat, plus diberi potongan sate kambing yang telah dilepasi dari tusuk satenya serta diberi potongan bawang merah.

 

Nasi becek di sajikan dengan kuah menyerupai soto tapi dicampurkan dengan bumbu sambel kacang yang mirip dengan bumbu sate serta toge / kecambah, bawang merah. Hampir mirip dengan gule tapi encer.

Nasi becek cocok disajikan dengan kuah agak panas.

Cara pengolahannya berbeda dan unik di mana pada umumnya air rebusan daging dan jeroan di pakai sebagai kuah tetapi untuk kali ini kuah itu di buang dan diganti dengan air yang baru, dengan cara ini kita bisa menghilangkan bau amis.

Keunikan lain nya dari Nasi becek ini adalah tidak ada saingan antara dua saudara yaitu ibu Tien dan Ibu Prapti tempat ini buka pukul 7 pagi sampe habis terdiri dari 2 shift di mana kalau pagi yang berjualan ibu Prapti dan kalau sore sampe malem ibu Tien dan ketika ibu Prapti selesai berjualan semua adonan mulai kuah dan sate kambing nya pun di bawah pulang sama hal nya ini dengan ibu Lies.

 

Konon nasi becek daging kambing yang berdiri sejak 1950 tetap menjaga cita rasanya.

Menurut 2 bersaudara ini masing masing dari kami mempunyai ciri khas.

Thursday, March 7, 2013

Bebek Songkem Bangkalan

Mengajak kita untuk berdansa lewat nada
Sejatinya jiwa tak mati dimakan zaman
Kembali ke Timur
Bukan Barat yang selalu dituju

Diiringi lagu dari Ahmad Band yang berjudul "Kembali ke Timur", kali ini aku kembali melakukan perjalanan menuju timur. Yaitu pulau Madura. Berangkat pagi hari agar tidak kena macet di Surabaya. Total jarak yang ditempuh adalah 135 km selama 3 jam. Dimana perjalanan ini merupakan menembus 2 pulau, Jawa dan Madura, 35 km di sisi Surabaya dan 100 km di sisi Madura.

Yang anehnya, 35 km sisi Surabaya ditempuh selama 1 jam dan 100 km sisanya hanya dalam waktu 2 jam saja.

Dan karena weekend, perjalanan pulang ditempuh hampir 5 jam. Selain karena padat juga karena sore hari sebelum masuk daerah Surabaya, kita melakukan kuliner nikmat.

Perjalanan pulang sebelumnya menikmati kuliner bebek Sinjay, tapi karena jam sudah menunjukkan pukul 17.30 ternyata kita menemui warung bebek Sinjay sudah tutup. Tapi kita tidak kecewa, karena ditempat yang sama terdapat 3 sampai 4 warung yang juga menyajikan menu bebek spesial.


Kali ini kita memutuskan untuk mencoba bebek Songkem.

Bebek songkem kukus yang disajikan unik dengan balutan daun pisang plus disediakan sambal pedas dengan irisan mangga muda dalam setiap satu porsi bebek songkem kukus.

Bebek songkem ini bisa kita nikmati di Rumah Makan Maduresse yang terletak di Jalan Ketengan  Kelurahan Tonjung Kecamatan Burneh.

Begitu bebek kita santap muncul karena aroma dan rasa bebek yang baru saja dipotong, karena jika daging bebek sudah disimpan lama maka rasa dagingnya mudah ditebak.

Selain bebek songkem, RM Maduresse juga menyajikan bebek songkem goreng, ayam songkem kukus, dan ayam songkem goreng yang tak kalah lezat daripada bebek songkem kukus. Harganya pun terjangkau. Untuk satu ekor bebek songkem kukus dan ayam songkem kukus, dipatok Rp 56.000.

 

Sedangkan untuk satu potong bebek songkem kukus lengkap dengan nasi seharga Rp 17.000, bebek songkem goreng Rp 18.000. Sedangkan ayam songkem kukus seharga Rp 17.000 dan harga satu potong ayam songkem goreng lengkap dengan nasi Rp 18.000.

Daging bebek mengandung kolesterol tinggi tapi untuk bebek songkem kukus di RM Maduresse diyakini rendah kolesterol karena pengolahan bebek yang dikukus tanpa menggunakan minyak goreng.

Bebek dipotong dan dibersihkan dan setiap ekor bebek yang sudah diolesi bumbu akan dibungkus daun pisang lalu diikat dengan tali yang terbuat dari bambu.

Pada dasar kotak seng yang menjadi alat pengukus, tertata potongan-potongan batang daun pisang sebagai alas sehingga minyak yang ada di kulit dan daging bebek akan luruh dengan sendirinya sehingga bebek songkem kukus rendah kolesterol.

Untuk mendapatkan daging bebek empuk, pengukusan dilakukan selama tiga jam. Hal itu juga bertujuan agar bumbu benar-benar menyatu dengan daging hingga menembus tulang.
       
Semakin dekatnya jarak tempuh Surabaya–Bangkalan pasca beroperasinya Jembatan Suramadu menyebabkan banyak rumah makan dengan aneka olahan makanan, waktu yang dibutuhkan pun tidak lebih dari 10 menit, yaitu hanya sekitar 17 km.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com
http://www.bebeksongkempaksalim.com/

Tuesday, December 25, 2012

Es Duren Kombinasi Purbalingga


Jika kita bepergian untuk tamasya menuju kota lain, selain mencari tempat wisata yang unik dan wajib dikunjungi, yang tak kalah penting adalah mencari makanan khas dari daerah tersebut.

Ya, kuliner adalah sesuatu yang menarik dan wajib dilakukan saat kita rekreasi mengunjungi kota lain. Misalnya jika kita pergi ke kota Yogyakarta, maka tidak lengkap jika tidak mencoba Gudeg untuk disantap dan membeli Bakpia untuk oleh-oleh.

Atau jika kita pergi ke Jember, tidak sah jika membeli suwar-suwir sebagai buah tangan. Jika kita pergi keluar kota ke Kediri, juga tidak afdol jika kita tidak membeli stik tahu atau  tahu kuning untuk dibeli dan dibagi kepada tetangga. Jika kita pergi ke Batam maka menu wajib yang dicicipi salah satunya adalah Tomyam.

Nah, kali ini ada menu menarik yang wajib dicoba oleh kulinerwan dan kulinerwati. Yaitu Es Duren Kombinasi. Menu ini terdiri dari daging buah duren dan serutan buah kelapa muda atau degan.


Menu Es Duren Kombinasi ini dapat anda cicipi jika anda singgah ke kota Purbalingga, Jawa Tengah.

Letaknya di jalan Tugu Bancar. Tidak jauh dari pusat kota, mungkin sekitar 4 - 5 kilometer dari alun-alun kota Purbalingga.


Harganya memang cukup lumayan, yaitu Rp 20.000 per porsi. Tidak terlalu mahal memang, dan dijamin harganya sebanding dengan kualitas rasa.

Dan hati-hati, anda akan ketagihan dan akan ingin kembali mencicipi kembali.

Monday, November 5, 2012

Rujak Uleg


Rujak uleg
Kroso sepet kakehan cengkir
Atine judeg
Dadane sesek kakehan pikir

Lirik diatas merupakan lirik lagu jawa yang berjudul Rujak Uleg yang dipopulerkan oleh sang maestro keroncong Indonesia, Waljinah. Tapi kita tidak akan membahas tentang lagu keroncong ataupun lagu lainnya.




Rujak uleg merupakan alternatif bagi yang kurang menyukai sayuran tapi ingin sehat tanpa harus makan multivitamin. Di Jawa terdapat 2 rujak, yaitu rujak sayur atau rujak uleg dan rujak manis atau rujak buah.

Rujak manis atau rujak buah merupakan olahan bermacam-macam buah yang diiris tipis kemudian diberi bumbu yang terdiri dari kacang, gula merah dan cabe. Sehingga selain mendapatkan kesegaran dari buah juga kita akan mendapatkan sensasi manis pedas dari bumbu.

Sedangkan rujak sayur atau rujak uleg meruakan rujak dengan bahan utama sayur mayur yang diberi bumbu yang terdiri dari kacang, gula merah dan cabe. Lebih detil silahkan lihat pada bumbu yang dipakai dibawah. Makanan khas dari Surabaya dan Jawa Timur adalah rujak cingur, yaitu rujak uleg yang ditambahi cingur dari sapi. DInamakan rujak uleg dikarenakan saat proses dihaluskannya bumbu-bumbu dan bahan-bahan adalah dengan menggunakan cara diuleg diatas cobek.





Bahan:
2 ikat kangkung, bersihkan
5 buah tahu Sumedang goreng, iris tipis
100 g tauge, bersihkan, celup air mendidih, tiriskan
1 buah timun, iris tipis

Haluskan:
5 buah cabai merah
3 buah cabai rawit merah
½ sdt terasi goreng
1 sdt garam
50 g gula merah, sisir halus
50 g jambu batu muda, iris halus

Saturday, September 1, 2012

Lumpia Sayur


Susah-susah gampang memberi makanan terutama sayuran kepada anak-anak. Terutama untuk memenuhi asupan vitamin kepada mereka agar tidak gampang sakit. Harus menggunakan bujuk rayu yang dashyat agar mau. Atau pakai cara terakhir, dipaksa.

Tapi tidak sepenuhnya berhasil.

Ada cara lain, selain asupan vitamin dari sayuran untuk anak terpenuhi, juga hobi masak kita juga terpenuhi. Kita bikin menu kreatif yang mudah tapi efektif. Salah satunya adalah Lumpia Sayur.

Kebetulan hari ini adalah hari libur Sabtu dan Minggu, jadi bisa berkreasi sambil berekreasi ke Supermarket terdekat untuk membeli bahan-bahan sekaligus sambil belanja bulanan, mumpung tanggal muda.

Bahan-bahan semuanya bisa didapat disana dan cara membuatnya juga relatif mudah. Jangan lupa kita ajak juga anak untuk membuat atau sekedar menyaksikan, sehingga mereka semakin penasaran untuk mencoba.

Dan terbukti hasinya cukup efektif dan berhasil kepada Rafa & Rangga, mereka mau dan suka. Untuk menu si kecil bisa dibuat lebih kecil (lihat gambar sebelah kanan). Selamat mencoba.





Bahan-bahan :

kulit lumpia, bisa di dapat di supermarket terdekat 
wortel 2 buah, dikupas dan dipotong seperti korek api
taoge 50 gram, disiangi
bawang prei 2 batang, diiris tipis-tipis
kecap asin 1 sendok teh
minyak wijen 2 sendok teh
putih telur 1 butir
minyak goreng 750 ml

Bumbu Halus :

bawang putih 4 siung, iris dan dicincang
bawang merah 6 butir, iris dan dicincang
merica 1/4 sendok teh
garam secukupnya
gula pasir 1/2 sendok teh

Cara Membuat Lumpia Sayur :

Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
Masukkan wortel, taoge dan bawang prei. Masak sambil diaduk hingga layu.
Tambahkan kecap asin dan minyak wijen. Masak sambil diaduk hingga semua bahan matang. Angkat dan biarkan uap panasnya hilang.
Ambil kulit lumpia, letakkan adonan isi pada salah satu sisinya.
Lipat sisi kanan dan kiri ke arah tengah, gulung. Rekatkan ujungnya dengan putih telur.
Panaskan minyak, goreng hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan.

Sunday, February 12, 2012

Bebek Sinjay Bangkalan


Kali ini aku mendapat tugas keluar kota atau mungkin tepatnya adalah keluar pulau. Yaitu ke kota Pamekasan, pulau Madura. Setelah menyelesaikan tugas dengan baik dan benar, tiba lah saat kembali ke Surabaya. Dikarenakan perjalanan cukup menyita waktu lama, yaitu sekitar 2 jam, maka lebih baik ‘membunuh’ waktu dengan tidur sambil diiringi musik.

Setelah 2 jam berlalu, ternyata perut mulai ‘bernyanyi’. Muncul sinyal dari perut ke otak lalu ke mata untuk mencari tempat makan. Lalu dipilihlah bebek Sinjay, yang katanya enak. Konon katanya ada seorang temannya kawan yang dari Jakarta naik pesawat hanya demi makan bebek fenomenal ini.

Lalu dari Bangkalan setelah bertanya di pinggir jalan, dapatlah alamatnya yaitu di Jl. Raya Ketengan No. 45 Burneh, sekitar 4 - 5 km dari persimpangan lampu merah.
Awalnya kita pikir ini warung pasti milik orang India, Sinjay, mungkin masih saudara dengan Vijay dan semacamnya. Eeeeh, ternyata Sinjay itu adalah akronim dari Sinar Jaya.

Dan akhirnya ketemu juga warungnya. Parkir dulu.

Cara pemesanannya, sebelum memesan menu, kita harus mengantri untuk mendapatkan nota pesanan sekaligus melakukan pembayaran tunai. Setelah itu kita baru bisa mengantri untuk menukar nota pesanan dengan bebek Sinjay. Cukup unik.

13289992451092153225


Dan akhirnya yang dinanti-nanti tiba juga. Piring dengan nasi dengan bebek dan sambel. Itu saja. Kemudian secubit daging bebek terus dicolekkan sedikit ke sambel, dan….waaaaah mak nyus kalau kata Pak Bondan. Sepakat, memang enak rasanya.

Apalagi sambel yang digunakan juga unik, yaitu uleg-an cabe dioplos dengan mangga muda. Wah, saat menulis ini jadi ngiler lagi, he3x. Btw, memang menu kuliner yang satu ini patut dicoba.

Related Posts